Streamer Coffee Company, Tokyo

Tempat ngopi cakep di Tokyo ini sudah mulai buka sejak tahun 2010, dan konon katanya barista yang membuat latte di sini pernah jadi juara lomba latte art internasional! Saya pertama kali melipir ke sini sekitar lima tahun lalu, diajak sepupunya suami yang sedang kuliah di Jepang juga. Kebetulan dia memang suka banget minum kopi dan sudah siap dengan majalah berisikan data lengkap “Tokyo Coffee Belt” untuk berburu kopi-kopi enak di Tokyo, termasuk Streamer Coffee Company ini.

Tokyo coffee belt
Sepanjang coffee belt itu ada banyak kafe2 enak kayaknya!

Saya sendiri sebenarnya sudah suka kopi sejak kecil. Dulunya saya suka ikutan minum kopi papa saya hampir tiap sarapan. Waktu masih SD, saya sampai pernah dibecandain, “Si adek kulitnya item gara-gara minum kopi tuh.” 😅). Bertahun-tahun kemudian sampai duduk di bangku kuliah S1, saya masih lumayan rajin minum kopi. Biasanya sih kopi instan saja, bukan yang “serius-serius” banget 😁 Tapi entah apa penyebabnya, beberapa tahun terakhir ini saya tak kuat lagi minum kopi hitam dan lebih memilih latte, cappuccino, atau jenis minuman kopi lainnya yang ada campuran susunya. Kalau minum black coffee saya jadi rada deg-degan! Jadi yaa, pas bangetlah dengan latte-nya Streamer Cofee 😋

Streamer Coffee Company
Tampak depan Streamer Coffee Company cabang pertama

Di kunjungan pertama waktu itu, saya langsung memesan signature drink mereka, Streamer Latte. Saya langsung suka dengan latte di sini karena suhunya “pas” di lidah saya. Tidak terlalu panas seperti yang biasa saya minum di Starb*cks 😀 Buat lidah saya yang bertipe 猫舌/nekojita, yang tak kuat panas dan biasanya harus menunggu beberapa saat sebelum bisa menikmati kopi yang saya pesan, latte di Streamer Coffee ini jadi bisa langsung saya nikmati. Si sepupu pun cerita kalau kopi yang “beneran” memang seharusnya tidak di-press dengan suhu di atas 90 derajat. *oke, noted!

Streamer Coffee Company
Latte cakep yang kami pesen hari itu
Ada donat dan kue2 lainnya juga, tapi saya belum sempat menanyakan apakah ingredient-nya “aman” untuk muslim

Selain suhunya yang pas, menurut saya latte di sini juga tidak terlalu pahit *namanya juga bukan black coffee sih, ya 😁 Tapi paling tidak, menurut saya rasa pahitnya lebih rendah dibandingkan latte-nya Starbu*ks *kalo caramel macchiato yang hampir selalu saya pesan sih udah manis 😋 Ternyata, si sepupu bilang kalau suhu waktu nge-press ini juga berhubungan dengan rasa kopi. Kalau terlalu panas, katanya si biji kopi berisiko gosong dan mungkin berasa lebih pahit *manggut-manggut 😁

Sejak itu, saya sempat beberapa kali mampir ke Streamer Coffee cabang lainnya, entah sendirian atau kalau ada janji ketemuan dengan teman. Biasanya saya lebih memilih cabang Streamer Espresso di lantai 6 MODI Shibuya karena lokasinya lebih dekat dari tempat part time saya, dan tak terlalu jauh dari Stasiun Shibuya (kalau cabang utamanya bisa sekitar 10 menit jalan kaki). Cabang yang di MODI ini menurut saya juga enak banget buat nongkrong sambil kerja. Biasanya pengunjungnya lebih sepi, dan kursi sama mejanya juga pas untuk buka laptop. Tapi harus dilihat-lihat juga karena space meja yang lebih besar ini kadang dipakai untuk event HMV&BOOKS di lantai yang sama. Ada sih kursi counter yang tak di-share, tapi kurang nyaman kalau dipakai duduk sambil mengetik atau menulis.

Streamer Espresso MODI Shibuya
Streamer Espresso MODI Shibuya *foto dari temen saya Mook
Saya lupa yang ini Streamer Latte yang biasa atau Caramel Mudslide
Streamer Coffee Company
Kalau yang ini sih Streamer Latte favorit menemani kerjaan terjemahan *perhatiin deh mejanya luas banget kaaan
Streamer Espresso MODI Shibuya
Ketemuan sama temen dari Thailand sambil menjemput oleh2 durian freeze-dried yang enak banget itu! Btw, kuenya itu temen saya yang pesen. Saya masih belum berniat nanya ingredient kue2 di sini gara2 sayang ngeluarin duitnya *irit 😁
Streamer Espresso MODI Shibuya
Selain meja-meja di sekitar Streamer Espresso-nya sendiri, ada juga counter kecil di dekat eskalator di hampir tiap lantai MODI Shibuya. Lumayanlaah buat option kalo meja di Streamer Espresso sedang penuh atau dipakai untuk event tertentu

Sebagai seorang penikmat kopi instan yang biasanya merasa sayang kalau harus mengeluarkan duit banyak untuk minum kopi “serius”, mungkin saya cuma berani merekomendasikan Streamer Coffee untuk dijadikan tempat ngopi sekali-sekali saja. Harganya lumayan bikin dompet saya meringis, sekitar 700-an yen untuk segelas latte 😀 Tapi buat para pencinta kopi, menurut saya tak ada salahnya mencicipi kopi enak dengan latte art cakep di sini!

Streamer Espresso
Kalau tak salah ini waktu iseng pesen Mud Americano yang ternyata lumayan kenceng buat saya kopinya 😅
Revolver Latte Streamer Coffee Company
Yang ini Revolver Latte di cabang Nakameguro, lagi2 rasanya lumayan kenceng. Fix deh favorit saya memang Streamer Latte!

Jam buka Streamer Coffee bisa beda-beda tergantung cabangnya. Informasi lebih detail bisa dicek langsung di website-nya.

4 thoughts on “Streamer Coffee Company, Tokyo

  1. Sepertinya asik ngopi di streamer coffee. Tahun ini ada plan pelesiran ke Jepang. Tapi apa daya, Corona menyerang. Alhasil harus cancel. 😥

    Maybe next time.

    1. Huwaa, samaaa saya juga harus batalin rencana jalan2 gara2 wabah virus korona ini 😥
      Semoga badai ini segera berlalu supaya bisa direncanain lagi ke Jepangnya, trus nyobain ngopi2 di Streamer Coffee, aamiin..

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s