Gimana Caranya Shalat di Pesawat Sambil Berdiri?

Sebenarnya, saya termasuk satu dari mungkin cukup banyak orang yang pernah diajarkan bahwa muslim diperbolehkan shalat dengan posisi duduk saat dalam perjalanan. Saya sendiri pernah beberapa kali shalat sambil duduk di dalam bus antarkota di Indonesia. Pernah juga shalat sambil duduk di kursi kereta cepat atau bus malam di Jepang saat jarak tempuhnya cukup jauh. Sampai kemudian beberapa tahun lalu, muncul posting-an di timeline Facebook saya yang membahas perihal shalat dalam perjalanan ini. Saya jadi penasaran dan mencoba mencari penjelasan lebih lanjut.

Seperti yang banyak dibahas di luar sana, termasuk dalam artikel di muslim.or.id ini, disebutkan bahwa sebaiknya kita tidak melakukan shalat fardhu (wajib) di atas kendaraan, kecuali jika terdapat udzur syar’i, misalnya jika tidak memungkinkan untuk turun dari kendaraan. Dijelaskan juga bahwa “berdiri” dalam shalat fardhu termasuk salah satu rukun shalat. Jadi, tidak boleh ditinggalkan, kecuali kondisinya tidak mendukung.

Di artikel ini juga dibahas bahwa hadits yang menyebutkan Nabi Muhammad SAW shalat di atas unta (yang cukup banyak dijadikan landasan diperbolehkannya shalat sambil duduk di kendaraan) merujuk pada shalat sunnah. Saat akan melakukan shalat fardhu, beliau turun dari unta untuk menjalankan rukun shalat berdiri, rukuk, dan sujud. Jadi, jika memungkinkan, lebih dianjurkan untuk shalat di darat (supaya kita bisa melengkapi rukun berdiri) dengan menjamak ke waktu shalat sebelum atau sesudah perjalanan.

Tapi yaaa yang namanya penerbangan long haul zaman sekarang kan durasinya bisa lebih dari belasan jam dan beririsan dengan waktu shalat yang tidak memungkinkan untuk dijamak. Dalam kondisi seperti itu, tak jarang kita terpaksa harus shalat di dalam pesawat. Apalagi kalau masuk waktu shalat subuh yang tidak bisa dijamak dengan shalat lain. Hanya saja, saya pun awalnya belum terbayang bagaimana caranya shalat sambil berdiri di dalam pesawat, dan agak canggung kalau harus meminta izin ke kru pesawat *jadi gimana dong? 😅

Space yang memungkinkan untuk shalat di pesawat

Pengalaman pertama saya mencoba menanyakan ke kru pesawat apakah boleh shalat sambil berdiri adalah saat dalam perjalanan dari Tokyo ke Indonesia dengan menumpang Garuda Indonesia. Waktu itu saya iseng jalan ke bagian paling belakang pesawat (galley ya namanay?), tempat biasanya para kru menyiapkan troli makanan. Kebetulan saat itu salah satu pramugarinya sedang shalat sambil duduk di salah satu sudut ruangan. Saya pun pura-pura stretching sedikit sambil menunggu si ibu selesai shalat, baru kemudian minta izin ikut menggunakan space di sana untuk shalat sambil berdiri. Dan ternyata dibolehkan!

Ilustrasi “dapur” pesawat *foto minjem dari Pinterest

Hanya saja, kalau kondisi kurang memungkinkan, misalnya jika turbulensi pesawat mengharuskan penumpang tetap duduk di kursi dan mengenakan seat belt, sebaiknya jangan memaksakan untuk shalat sambil berdiri. Karena bagaimanapun, kru pesawat yang akan bertanggung jawab kalau sampai terjadi apa-apa. Saya pernah mengalami kejadian seperti ini waktu mau izin shalat subuh di penerbangan pulang ke Indonesia awal tahun lalu. Turbulensi berlanjut cukup lama, padahal jam shalat subuh cukup pendek. Setelah lampu tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan, saya mencoba jalan ke belakang dan bertanya ke pramugari Garuda Indonesia di sana apa boleh shalat di space “langganan”. Tapi mbaknya bilang, “Shalatnya di kursi aja ya mbak, karena belum tahu apa turbulensinya sudah benar-benar stabil atau akan ada lagi.” Saya pun nurut kembali ke kursi dan shalat subuh sambil duduk. Intinya yaa dilaksanakan semampunya saja 😊

Di Qatar Airways disarankan untuk shalat sambil duduk, untuk keamanan

Nah, pengalaman shalat di pesawat yang paling bikin saya terharu adalah waktu menggunakan Etihad Airways ke Maroko. Begitu saya nanya ke pramugarinya apa ada tempat yang boleh dipakai untuk shalat, mbaknya langsung mengarahkan saya ke space di sekitar pintu masuk pesawat, menutup gordennya, dan menawarkan selimut untuk dijadikan alas shalat. Bahkan masuk waktu shalat subuh, antrian shalatnya cukup panjang sampai sekitar 6 orang lebih!  Space untuk shalatnya persis seperti yang di video Etihad Airways di YouTube ini 😍

Di bawah sajadah saya itu selimut yang dikasih mbak2nya

Sayangnya saya belum pernah mencoba terbang dengan maskapai Emirates yang juga berasal dari Arab sana. Jadi, belum tahu kebijakan seperti apa yang mereka berlakukan untuk shalat di dalam pesawat. Btw, konon katanya ada prayer room yang luaaaas banget di Saudia Airlines yang bahkan bisa muat untuk 10 orang! 🤩 Semoga suatu saat bisa nyobain Emirates atau Saudia Airlines juga, aamiin..

Luas banget yaaa space buat shalatnyaaa *foto minjem dari sini

Waktu shalat selama penerbangan

Untuk mengetahui waktu shalat, biasanya saya menggunakan aplikasi HalalTrip. Tinggal masukkan lokasi keberangkatan dan tujuan, beserta waktu penerbangan di bagian “inflight prayer times”, nanti akan muncul jadwal shalat sepanjang rute penerbangan yang ditempuh. Di daftar itu juga diberi tahu acuan waktu setempat, bisa dipilih mengikuti waktu di lokasi keberangkatan, atau lokasi yang dituju. Di situ juga dituliskan waktu shalat mana yang masuk sebelum atau sesudah penerbangan. Jadi, kita bisa memperhitungkan shalat yang bisa dijamak di bandara.

Pas ke LA dua taun lalu, ada 3 waktu shalat yang dilewati di pesawat!
Rekor banget ini ada lima waktu shalat yang dilewatin di pesawat pas penerbangan ini 😱 Tapi shalat maghribnya akhirnya saya jamak ke isya setelah mendarat di Tokyo
Kalo pas ini, shalat subuhnya di mushala di bandara Doha saja, jadi amaaan

Perihal waktu shalat ini, lagi-lagi Etihad Airways berasa keren banget karena mereka juga mencantumkan berapa jam lagi menjelang waktu shalat terdekat dalam pilihan inflight entertainment-nya! Kalau ada kesempatan naik Etihad, berarti tak perlu repot mempersiapkan perhitungan waktu shalat sebelum penerbangan *tehe

Penunjuk jamnya yang di kanan bawah itu
Subuh masih sekitar 8 jam lagi 😁

Arah kiblat

Dulunya saya diajarkan bahwa umat muslim diperbolehkan shalat dengan menghadap ke arah pergerakan kendaraan yang sedang dinaiki (soal ini juga dibahas dalam dua artikel yang sempat saya sebutkan di awal). Tapi tentunya akan lebih baik lagi kalau memungkinkan untuk menghadap ke arah kiblat. Nah, sepertinya hampir semua maskapai penerbangan dari negara Arab sana menyertakan layanan keterangan arah kiblat di inflight entertainment-nya *eh, saya baru nyobain dua sih, Qatar sama Etihad doang 😁 Sedangkan untuk di Asia sendiri, katanya Malaysia Airlines juga menyediakan informasi ini, bahkan di Philippine Airlines pun ada, lho!

Tinggal cari menu “Mecca Pointer” kalau naik Etihad Airways
Petunjuk arah kiblat di Qatar Airways
Penunjuk arah Mekkah pas naik Philippine Airlines dari Manila ke Haneda

Sayangnya, seingat saya di Garuda Indonesia belum ada keterangan arah kiblat di inflight entertainment-nya (terakhir kali naik Garuda beberapa bulan lalu sepertinya masih belum ada). Saat tidak tersedia informasi kiblat seperti ini, lagi-lagi saya memaksimalkan fitur di aplikasi HalalTrip yang juga menyertakan “perkiraan” arah kiblat dalam rentang waktu tertentu, relatif terhadap arah pergerakan pesawat. Jadi, tinggal kita sesuaikan saja dengan jam shalatnya. Oiya, biasanya informasi ini sudah saya unduh dulu sebelum penerbangan untuk jaga-jaga supaya tetap bisa dibuka di pesawat tanpa data internet. Maklumlah, saya mampunya baru naik kelas ekonomi doang yang jarang ada Wi-Fi gratisnya 😁

Tinggal dikira-kira saja arah kiblatnya sesuai rentang jam shalat

*************************

Soal perkiraan kapan momen yang “pas” untuk meminta izin shalat di pesawat ini mungkin memang agak sulit. Tapi berhubung waktu shalat pun biasanya cukup panjang rentang waktunya, mungkin kita bisa ancang-ancang saat lampu di dalam pesawat sudah mulai digelapkan. Biasanya urusan pembagian makan sudah selesai, dan sebagian besar penumpang pun sudah mulai istirahat. Dari pengalaman saya dengan maskapai penerbangan yang bukan dari negara Arab pun (saya lupa persisnya waktu itu Finnair atau Lufthansa), kru pesawatnya juga pengertian dan tak keberatan memberikan space untuk shalat, kalaaaau kondisinya memang memungkinkan. Meskipun terkesan agak ribet, tapi tak ada salahnya untuk coba bertanya kan? 😊

PS: Sayangnya saya sendiri belum pernah mencoba minta izin shalat di pesawat Jepang seperti ANA. Kalau nanti ada kesempatan, ceritanya akan saya update lagi di posting-an ini 😊

14 thoughts on “Gimana Caranya Shalat di Pesawat Sambil Berdiri?

  1. Wah aku malah sering banget solat di kendaraan kalau lagi traveling mba 😅 karena kadang bingung di waktu mepet dan nyari tempatnya, otomatis maksimalin waktu ketika lagi naik bus/kereta,
    dan untuk solat sambil berdiri di pesawat aku juga belum pernah nyoba nij, waktu itu pernah naik emirates, ga ngeliat juga ada posisi kiblatnya atau ga 😂

    1. Samaaaa pres, mbak juga dulu sering ngepasin shalat pas di jalan, apalagi klo di jepang sini turun dari bus/kereta pun belum tentu bisa nemu tempat shalat yang memungkinkan 😅

      Shalat di pesawat ini pun mbak sebisanya aja, tergantung situasi dan kondisi 😊

      Duh, mbak jadi makin penasaran pengen naik Emirates, tapi dia gak masuk Star Alliance euy, jadi gak dapet miles ANA *mbak ngumpulinnya miles ANA, jadi sayang klo naik Emirates 😁

      Kapan2 boleh banget pres iseng dicobain nanya boleh minta space buat shalat atau gak di pesawat 😊

      1. Duuh kapan ya naik ANA lagi (semoga dapet promo lagi) hahaha, emirates enak, setidaknya makanannya jelas ketauan halalnya, tp lebih enakan ANA sih mba, hahaha

      2. Iya yaa, klo maskapai yang dari Arab sana terjamin halal yaa.. Tapi ANA (atau mungkin maskapai Jepang secara keseluruhan) pelayanannya enak ya 😁

      1. Iya, itu waktu pertama kali ke Jepang dan ngerasain naik pesawat long haul dan harus shalat di pesawat 😊 dan terakhir ke Jepang 2 tahun lalu, karena naik si udara asia, jadi transit di KL n bisa dijamak qasar di sana. Dan malam nyampe di Hanedanya, jadi ga perlu shalat di pesawat 😊

  2. Salat sambil berdiri di pesawat belum pernah, Mbak. Ga berani nanya 😂
    Pokoknya kalau traveling kalau lagi dalam perjalanan entah di mobil, kereta, pesawat, salat sambil duduk. Yg penting salat, biar hati tenang, Mbak 😂

    Waduh baru tau kalau etihad sama emirates ada buat salat 😀 tau gitu saya coba, waktu itu 🤦‍♀️😂

    Mbak Novri apa kabar? Salam sehat selalu 🥰

    1. Hehe, sama Ai, mbak juga gitu, hati tenang tu paling penting yaa 😊
      Mbak belum pernah nyobain Emirates ni, Ai, tapi mungkin bisa kali ya dari Arab sana.

      Kabar baik alhamdulillaah, rada deg2an aja sama wabah virus korona 😥
      Ai gimaan kabarnya? Semoga kita sehat2 semua ya, aamiin..

      1. Penting banget, Mbak 😊
        Kapan-kapan Semoga Mbak bisa cobain yg Emirates, saya pengen ngerasain nikmatnya salat berdiri di pesawat ☺️

        Alhamdulillah. Semoga Mbak dan keluarga di sana selalu ada dalam lindungan Allah. Saya sedih mendengar kabar olimpiade di undur tahun depan, tapi itu demi kebaikan bersama.

        Alhamdulillah saya sehat, Mbak. Aamiin Aamiin Aamiin

        Di sini juga saya sama deg2an dg wabah virus korona ini. 😥

      2. Aamiiin, smoga nanti2 kita sama2 ada kesempatan ya Ai 😊

        Iya ni, demi keamanan kayaknya memang lebih baik ditunda Olimpiadenya, smoga taun depan lebih meriah.

        Semoga sehat2 terus di sana ya Ai, aamiin..

      3. Aamiin Aamiin Mbak 😊😇

        Aamiin. Semoga acaranya tahun depan meriah dan sukses. Aamiin

        Aamiin. Terima kasih Mbak 😊

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s