Pengalaman Road Trip di Jepang dengan Campervan “Mini”

Campervan (atau yang lebih banyak dikenal orang Jepang dengan sebutan camping car) sebenarnya cukup populer di Jepang. Bahkan, ternyata ada pameran rutinnya juga, lho! Saya pun sempat beberapa kali berpapasan dengan campervan ketika jalan-jalan ke beberapa tempat di Jepang, terutama di Hokkaido yang jalanannya lebar dan lempeng itu. Hanya saja, campervan yang biasanya saya lihat kebanyakan berukuran mini atau sedang. Mungkin salah satu alasannya karena cukup banyak jalanan kecil di daerah pedesaan, mungkin. Tapi campervan kecil pun pastinya tetap seru, ya! 🤩

Sebenarnya, sudah sejak lama saya bercita-cita ingin keliling Jepang dengan mengendarai campervan. Dan setelah mempertimbangkan berbagai hal, akhirnya musim panas tahun lalu saya memutuskan mencoba road trip dengan campervan ukuran mini. Biaya sewanya lebih ramah di kantong, dan tentunya lebih mudah manuvernya. Anggap sajalah ini langkah pertama dulu 😁

Jadi, di posting-an kali ini saya mau cerita soal pengalaman road trip ke Tohoku yang seperti biasa diiringi langit mendung dan hujan 😂

Foto mobil Tasro dari website tempat saya ngerental mobil

1. Menentukan pilihan jenis mobil

Salah satu alasan utama kenapa saya memilih campervan ukuran mini tentunya adalah pertimbangan harga. Harga sewa campervan ukuran menengah atau besar bisa mencapai hampir dua kali lipat sewa campervan mini. Fasilitas campervan yang lebih besar memang biasanya lebih lengkap, ada yang menyediakan TV, kompor, microwave, dan bahkan ada yang dilengkapi AC besar untuk kamar. Tapi dipikir-pikir lagi, rasanya saya belum terlalu butuh fasilitas “semewah” itu *bilang aja budget terbatas deeek 😜 Intinya sih, pertimbangkan saja budget dan kemampuan menyetir masing-masing 😁 Selain alasan biaya, saya memilih camper van ukuran mini karena sepertinya akan lebih mudah melakukan manuver dengan bodi mobil yang imut-imut ini. Maklumlah, kemampuan menyetir saya hanya seadanya, tapi selalu nekat kalau untuk urusan jalan-jalan 😁

Kalo campervan ukuran gede cem di New Zealand ini mungkin agak susah ya masuk desa-desa di Jepang *foto dari website-nya Britz

Campervan mini yang saya pakai dalam road trip tahun lalu namanya Tasro dengan base Suzuki Every yang masuk dalam tipe mobil 軽自動車 (kei car), alias mobil dengan cc terkecil yang diperbolehkan masuk jalan tol. Platnya biasanya warna kuning dengan bodi yang umumnya lebih langsing. Dari pengamatan saya, kebanyakan bentuknya “kotak” dan lucu-lucu 😁 Mobil tipe kei ini cukup populer di Jepang. Harganya terjangkau, hemat bensin, dan sepertinya pajak mobilnya juga lebih murah. Manuvernya memang lebih gampang. Tapi karena bentuknya yang kurang aerodinamis dan cc-nya yang lebih kecil, rasanya mobil ini kurang bisa dibawa ngebut 😅 *bagus juga sih, jadi mengurangi risiko kena tilang 😁

Tampak luar mobil Tasro *foto dari website resmi Sacos rental
Suzuki Every
Begini kira-kira penampang mobil base-nya 😀 *foto dari website resmi Suzuki
Space tidur di bagian belakangnya begini kalau pas dipakai untuk tidur *foto dari website resmi Sacos rental
Koper dll diamankan ke kursi depan pas mau tidur 😁

Space di mobil ini memang tidak terlalu luas, tapi sudah sangat memadai. Yang sedikit ribet adalah saat harus memindahkan tas atau koper ke kursi bagian depan yang dilipat saat mau tidur. Tapi di berbagai sudut mobil juga ada rak-rak yang sudah disediakan. Mungkin akan lebih nyaman kalau kita membawa tas kain yang bisa dilipat. Jadi, barang-barang bisa disusun di rak tanpa perlu mengambil space di bawah. Sedangkan untuk space tidurnya sendiri, saya merasa bisa cukup leluasa bergerak mengganti posisi tidur. Suami saya yang tingginya sekitar 175 cm pun tetap nyaman dengan kaki yang bisa diluruskan.

Berikutnya mungkin saya mau naik level sedikit mencoba campervan tipe Indy 108 dari Yosemite Tokyo ini. Sepertinya ini tipe truk pick-up yang bagian belakangnya dipasangi “kamar”. Ruangan di dalam mobil kelihatannya lebih lega, dan sepertinya cukup untuk berdiri kalau bagian atapnya sedang dinaikkan. Bisa shalat di dalam mobil juga kan jadinya 😁

Masih doable kayaknya nyetir yang ini *foto dari website Yosemite Tokyo

Setelah itu, siapa tahu saya jadi berani naik level lagi ke campervan versi menengah. Apalagi, banyak juga campervan yang interiornya menarik seperti yang di Japan road trip ini 😍

Desain interiornya semarak banget ya! *foto dari website Japan Road Trip

2. Perlengkapan apa saja yang perlu disiapkan?

Tidur di mobil tentunya tidak senyaman tidur di kasur “betulan” di penginapan. Fasilitas yang tersedia pun terbatas. Jadi, ada baiknya menyiapkan perlengkapan minimum supaya perjalanan bisa terasa lebih nyaman.

Untuk alas tidur, biasanya sebagian besar campervan sudah menyediakan bantalan khusus. Tapi kalau dilihat dari beberapa foto yang dipasang di website masing-masing perusahaan penyewaan mobil, tidak semuanya terlihat empuk. Untuk jaga-jaga, kita bisa membawa sleeping bag atau tambahan alas yang memadai, air bed misalnya. Pilihan lainnya bisa juga dengan menumpuk-numpuk selimut 😁 Selain itu, kalau memungkinkan, tak ada salahnya membawa bantal supaya leher tak pegal-pegal.

Kebetulan campervan yang saya pakai tahun lalu bisa dibilang cukup empuk matrasnya. Jadi, kami tak perlu lagi menambah alas tidur lagi.

Pas mau tidur, matras yang di belakang itu tinggal disusun jadi bed
Air bed kayak gini lumayan kayaknya buat nambah bantalan dan supaya berasa lebih rata *foto minjem dari sini

Seandainya bukan karena yakin dengan tingkat keamanan di Jepang, mungkin saya belum akan berani tidur di dalam mobil di tempat “terbuka”. Dulunya saya pernah beberapa kali nekat tidur di mobil dengan parkir begitu saja tanpa mempertimbangkan gorden atau shade penutup jendela. Deg-degan juga rasanya kalau dari luar kelihatan kita sedang tidur. Tapi diberani-beraniin saja dengan meyakinkan diri, “Ini kan di Jepang.” 😁 Tapi untuk lebih amannya, penutup jendela ini penting banget supaya kita bisa lebih leluasa di dalam mobil. Saya dan teman saya (sebut saja namanya Afwa) pernah terpaksa menggantung pasmina alakadarnya di jendela mobil waktu tidur di salah satu pemberhentian di pinggir laut di Wakayama 😁

Kayaknya shade lebih enak ya, jadi gak makan space kayak gorden *foto minjem dari sini

Satu barang yang tak saya perhitungkan untuk disiapkan saat road trip tahun lalu adalah net atau jaring yang bisa dipasang di jendela mobil. Menurut perkiraan saya, musim panas di Tohoku tidak akan separah di Tokyo. Tapi ternyata waktu itu ada efek topan yang baru saja berlalu, jadinya suhu di malam hari pun cukup tinggi. Kalau jendela mobil dibuka lebar-lebar, gorden saja tidak cukup untuk menghalangi masuknya nyamuk. Kami pun sukses kepanasan di dalam mobil 😅

Window net ternyata penting banget! *foto mijem dari sini

Selain itu, siapkanlah juga berbagai printilan kecil lainnya seperti sandal, leisure sheet untuk alas piknik (insulation sheet lebih bagus lagi), tisu basah dan kering, senter kecil (dari hp juga bisa) untuk jaga-jaga saat harus ke toilet kalau tempat bermalam gelap gulita, penutup telinga untuk yang mungkin susah tidur kalau di luar berisik, hanger atau jepitan jemuran kecil, dan pastinya jangan lupa bawa power bank juga 😁

Power bank dan cemilan 😋

3. “Menginap” di mana?

Road trip menggunakan campervan tentunya bisa jadi option untuk menghemat biaya penginapan. Itinerary pun lebih fleksibel karena kita tak melulu terikat dengan tempat menginap yang sudah dipesan. Tinggal atur saja akan parkir di mana untuk bermalam. Pastikan juga di sekitar tempat parkir tersedia fasilitas yang memadai, minimal untuk ke toilet.

Michi no eki (roadside station)

Pilihan pertama yang saya pertimbangkan untuk tempat bermalam adalah michi no eki, alias roadside station, atau rest area versi di jalan raya. Fasilitasnya cukup memadai, dan yang paling penting biayanya gratis! 😁

Awalnya saya mulai tahu tentang kemungkinan menginap di michi no eki ini saat road trip di Hokkaido sekitar lima tahun lalu. Waktu itu saya dan suami cuma numpang parkir untuk tidur sebentar sekitar 2-3 jam di mobil sambil menunggu subuh di salah satu michi no eki yang tak sengaja kami lewati. Ternyata ada beberapa mobil yang sengaja berhenti di sana untuk bermalam! Pasangan kakek dan nenek yang parkir di sebelah kami waktu itu kelihatan sudah siap dengan perlengkapan “tempur” seperti kasur dan perkakas lainnya yang kelihatan sedikit dari pintu yang terbuka waktu mereka beres-beres persiapan tidur. Bahkan, ada juga yang dengan semena-mena mendirikan tenda di belakang mobilnya (perihal ini harus dicek lebih detail tergantung peraturan masing-masing michi no eki karena setahu saya sebagian besar tidak mengizinkan penggunaan tenda di parkiran). Sepulang dari Hokkaido itu, saya langsung lanjut browsing soal “bermalam di mobil” di michi no eki dengan kata kunci pencarian 車中泊 😁

Kondisi mobil biasa waktu di Hokkaido yang “terpaksa” dikondisikan buat tidur satu orang 😂
Gak tau deh itu kenapa mereka berani bediriin tenda

Baca juga: Hokkaido’s Road Trip (part 2)

Hampir semua michi no eki di Jepang yang pernah saya mampiri bisa dibilang cukup lengkap fasilitasnya, dan dijamin bersih. Informasi dari website resminya pun biasanya sangat detail. Jadi, kita bisa mengecek terlebih dahulu apa saja fasilitas yang tersedia, termasuk 足湯 (ashiyu) atau onsen kaki yang biasanya gratis! Kaki yang pegal-pegal setelah menyetir jarak jauh langsung terasa “ringan” 😍

Selain difungsikan sebagai rest area, michi no eki biasanya juga menjajakan bermacam produk khas setempat. Tidak sedikit pengunjung yang memang sengaja mendatangi michi no eki tertentu untuk mencicipi hidangan yang ditawarkan.

Di website michi no eki ini kita bisa mencari roadside station mana yang dilengkapi fasilitas tertentu yang dibutuhkan, mulai dari shower, onsen (pemandian air panas -red), pom bensin, ATM, dan sebagainya. Contohnya di Biei Shirogane Birke yang baru buka Mei 2018 di foto di bawah ini bahkan katanya ada tempat menginapnya juga! Btw, sekarang website dalam bahasa Inggris michi no eki pun makin lengkap. Dulunya saya selalu harus menggunakan website bahasa Jepangnya supaya tak ada informasi yang terlewatkan. Tampaknya Jepang makin siap menyambut wisatawan asing nih!

Boleh juga ni buat rencana road trip berikutnya ke Hokkaido! *foto minjem dari sini

Dari beberapa michi no eki yang saya “inapi” waktu road trip ke Tohoku musim panas tahun lalu, yang fasilitasnya paling lengkap dan canggih adalah michi no eki Yonezawa! Michi no eki ini sepertinya memang belum lama dibuka. Toiletnya luas dan bersih banget, ada nursing room-nya, dan space khusus dengan meja dan kursi yang bahkan bisa dipakai untuk kerja. Waktu saya menginap di sana, cukup banyak jenis campervan lainnya yang sudah siap-siap bermalam 😁

Michi no eki Yonezawa ini fasilitasnya bagus banget!
Toiletnya aja udah kayak di rest area tol
Ada nursing room juga yang kemudian saya manfaatkan buat tempat shalat 😁
Masih di michi no eki Yonezawa, perhatikan campervan di ujung sana yang atapnya lagi dinaikin
Multi-purpose space ini juga buka 24 jam! Malam itu ada beberapa orang yang bahkan kerja di laptopnya masing-masing. Saya pun ikutan besok paginya 😂
Campervan yang ini sempat2nya jemur2 baju 😁 *masih di michi no eki Yonezawa

Tentunya tak semua michi no eki di seluruh Jepang kualitasnya sebagus ini. Ada juga michi no eki yang sudah cukup tua dengan fasilitas seadanya, tapi tetap memadai kok. Biasanya sebelum mengatur itinerary, saya browsing dulu mencari review orang-orang tentang michi no eki tertentu yang mau saya jadikan tempat menginap *eh, berarti gak fleksibel-fleksibel banget ya itinerary saya 😅

Selain itu, perlu diperhatikan juga bahwa fasilitas yang “bagus” di michi no eki ini biasanya berada di dalam bangunan utama, dan tidak semuanya buka 24 jam (tapi ada juga yang bisa diakses 24 jam seperti michi no eki Yonezawa di atas). Jangan lupa untuk memastikan apakah ada toilet yang bisa dipakai 24 jam walaupun gedung utamanya sudah tutup.

Michi no eki Osato yang pertama saya tumpangi di Miyagi. Sayangnya toilet di bagian luar yang bisa dipakai 24 jam-nya kurang bersih 😂
Parkiran di michi no eki Sagae Cherry Land yang ada kebab halalnya!
Campsite (キャンプ場)

Selain michi no eki yang tak berbayar, kita juga bisa menginap di campsite (キャンプ場) yang tersebar cukup banyak di Jepang. Umumnya, fasilitas di campsite lebih lengkap (cukup banyak yang juga menyediakan coin laundry), dan lebih “aman” karena berada dalam kawasan milik pengelola campsite. Biayanya pun sebenarnya tak terlalu mahal. Setahu saya, ada yang mematok harga mulai dari 1.000 atau 1.500 yen. Bisa banget diselipkan di salah satu hari sepanjang perjalanan untuk jadi tempat menginap kalau ingin menggunakan fasilitas tertentu 😉

Saya sendiri pernah beberapa kali menggunakan campsite saat road trip di Hokkaido. Tapi waktu itu saya hanya menyewa mobil biasa dan memang membawa perlengkapan camping. Rasanya agak sayang kalau harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar campsite sedangkan kita tidurnya di campervan *perhitungan lagi 😁

Baca juga: Five Days on The Road of Hokkaido

Kalau akan menginap di campsite pun, jangan lupa untuk memastikan apakah campsite-nya bisa memfasilitasi campervan. Terkadang ada juga campsite yang tidak mengizinkan campervan ukuran gede untuk masuk sampai ke area camping dan mengharuskan parkir di area parkiran saja, misalnya karena area camping-nya berupa tanah dan rumput yang kurang kuat untuk campervan. Tapi cukup banyak juga kok yang menyediakan space khusus untuk campervan.

Ada juga campsite yang memfasilitasi campervan seperti di Hoshioka ini *foto dari website-nya Hoshioka campsite
Waktu di Hoshioka ini, saya nyetir mobil biasa dan tidur kedinginan di tenda 😅
Service area/parking area di jalan tol

Pilihan parkiran lainnya yang bisa juga dijadikan tempat bermalam adalah rest area di jalan tol. Rest area ini biasanya disebut SA (service area) atau PA (parking area). Berbeda dengan michi no eki yang berlokasi di sepanjang jalan raya yang gratis, tol yang berbayar seperti ini menyediakan fasilitas lebih lengkap. Pilihan jajanan yang bisa ditemukan di rest area pun sangat beragam. Toilet utamanya juga buka 24 jam. Hanya saja, rest area di tol seperti ini biasanya lebih ramai dan lebih “berisik” untuk tidur karena tak sedikit kendaraan yang lalu lalang sepanjang malam, terutama bus malam atau truk.

Mampir ke “pasar” di rest area
Ada tempat jajan lucu begini juga di Nasushiobara rest area 😍
Hari terakhir road trip saya tidur di rest area dan langsung melanjutkan perjalanan pulang setelah subuh *bermalam bersama bus malam dan truk-truk
Ada juga rest area yang nyediain fasilitas microwave begini
Numpang shalat di sudut2 rest area
Konbini (convenience store)

Konbini alias warung serba ada semacam Lawson, 7eleven, atau Family Mart yang bisa ditemukan di hampir seluruh penjuru Jepang juga bisa dijadikan pilihan paling terakhir untuk menginap. Apalagi kalau di luar kota, parkiran konbini biasanya luaaaas banget! Walaupun mungkin rasanya tak enakan juga parkir di konbini berjam-jam, tapi ini bisa jadi pilihan kalau terpaksa berhenti untuk istirahat dan tidur sebentar di tengah perjalanan.

Ilustrasi parkiran luas di konbini *foto minjem dari sini

4. Mandi di mana?

Permasalahan paling pelik kalau jalan-jalan dengan campervan mini yang tidak ada fasilitas shower-nya adalah soal bebersih badan. Dari ribuan kilometer road trip yang pernah saya tempuh (lebay bener sampe bilang ribuan kilometer 😁), ada banyaaak banget tempat yang menyediakan fasilitas onsen harian. Biaya masuknya pun biasanya cukup murah, ada yang 400 yen saja! Tapi sayangnya jarang ada yang menyediakan private onsen, padahal saya paling tak bisa ikut berendam dengan orang lain 😭

Saking banyaknya onsen di saat saya road trip ke Tohoku tahun lalu, waktu saya mau pakai shower room di michi no eki Takahata, ibu petugasnya sampai bilang, “Shower, ya? Yakin bukan onsen? Kita juga ada onsen, lho!” *duh, seandainya saja ada private onsen-nya buuu, saya juga mau berendam menghilangkan penat di badan 😭

Nyobain onsen di Akita yang bisa di-booking buat dipake private. Yang ini kalau tak salah sekitar 2000 yen untuk pemakaian 45 menit.
Kalo yang ini namanya ashiyu, onsen buat kaki doang, dan biasanya banyak yang gratisan

Memang tak banyak michi no eki yang menyediakan fasilitas shower, tapi masih lumayanlah. Dari hasil pencarian di website khusus michi no eki ini, saya hanya menemukan 46 saja yang ada shower-nya, dari sekitar 1107 michi no eki yang ada di seluruh Jepang.  Sedangkan yang ada onsennya bisa lebih dari 100 biji!

Michi no eki yang ada shower-nya *screenshot dari website michi no eki
Shower room di Takahata
Shower room-nya nyaman deh ada space khusus yang bisa dikunci

Selain shower room di michi no eki, ada juga rest area di jalan tol yang menyediakan fasilitas untuk mandi seperti ini (ada juga yang menyediakan onsen tentunya). Rata-rata fasilitas yang tersedia adalah coin shower dengan limit pemakaian tertentu, misalnya 200 yen untuk 10 menit. Keterangan lebih lanjut bisa dicek di website Drive Plaza.

Salah satu contoh shower room di Nakai PA *foto minjem dari sini

Salah satu pilihan darurat lainnya yang bisa dipertimbangkan adalah shower room di internet/manga cafe. Tapi jangan lupa untuk memastikan apakah diperlukan membership untuk menggunakan fasilitasnya. Sementara untuk urusan ke toilet sepanjang perjalanan, konbini juga selalu jadi penyelamat saya yang gampang beser dan sakit perut ini 😁

5. Makan selama perjalanan

Dari cerita-cerita road trip dengan campervan yang saya baca di internet, cukup banyak yang memasak sendiri makanannya, apakah itu untuk menghemat pengeluaran atau karena memang ingin mencicipi produk lokal. Tapi berhubung saya hanya menggunakan campervan mini yang tak ada fasilitas kompornya, pilihan yang paling pas adalah jajan di konbini 😁

Makan siang hari pertama ngebento nugget dan udang ebi-katsu 😋
Soba instan beli di konbini 😁
Onigiri 7eleven penyelamat sepanjang masa *jangan lupa bawa boncabe 😁
Cafe latte murah meriah 😋

Tentunya kita juga bisa mencicipi hidangan khas setempat di daerah yang didatangi. Hanya saja, karena tidak semua makanan di Jepang “aman” untuk muslim, pilihannya jadi lebih terbatas. Tapi tetap ada kok kuliner lezat yang bisa dinikmati, bahkan ada juga yang halalan thayyiban 🤤

Nyobain ramen yang muslim-friendly di T’s tantan Sendai
Warung kebab halal di Yamagata
Kebab-donburi 😋
Sarapan pizza di Yonezawa

Walaupun road trip menggunakan campervan mini, sebenarnya masih memungkinkan juga untuk memasak makanan sendiri. Kita bisa saja membawa kompor gas kecil yang portabel itu, atau peralatan masak untuk camping yang tak makan tempat. Bisa bikin kopi juga pagi-pagi 😁

Kalo yang ini sih foto masak2 waktu camping di Hokkaido 😁

6. Biaya sewa, bensin, tol, dll

Selain pertimbangan harga sewa mobil, menurut saya biaya bensin dan tol di Jepang lumayan mahal. Tapi biaya penginapan pun lumayan mahal karena biasanya dihitung per orang dan bukan per kamar. Jadi, tinggal diperhitungkan saja sesuai budget. Untuk campervan mini yang saya gunakan dalam road trip tahun lalu, biaya sewanya sekitar 10.000 yen per hari (musim panas termasuk high season), plus paket asuransi sekitar 2.700 yen per hari. Untuk bensin, mobil tipe kei cukup hemat. Saya menghabiskan sekitar 12.000 yen untuk jarak tempuh sekitar 1.200 km. Tolnya sendiri sekitar 11.000 yen dengan rute kira-kira seperti screenshot Google Maps di bawah. Untuk ancang-ancang, biasanya saya mengira-ngira dulu biaya tol dari website Drive Plaza andalan. Sebenarnya ada juga semacam free pass yang ditawarkan di wilayah tertentu dalam jangka waktu tertentu, dan diskon tol lainnya yang berlaku untuk rentang jam tertentu. Mungkin ini bisa saya bahas lain kali 😁

*******************

Begitu kira-kira kisah seputar pengalaman saya road trip di Jepang dengan menyetir campervan ukuran mini *jadi panjang juga ternyata posting-an ini 😅

Dengan segala suka-dukanya, secara keseluruhan saya sih dengan senang hati mau mengulang lagi jalan-jalan sambil tidur di mobil ini. Masalahnya adalah suami kapok ikutan dan agak sulit bujukinnya lagi 😅 Tapi ku takkan menyerah! 💪

7 thoughts on “Pengalaman Road Trip di Jepang dengan Campervan “Mini”

    1. Iya ni lumayan seru2 pegel gitu deh road trip-nya, hehe..
      Woogh, klo Suzuki MPV (apa APV ya mas maksudnya?) kayaknya lebih gede mas dibanding mobil mini yang sempat saya pake, tapi mirip2 kali ya bentuknya 😁

      1. Hehe, berarti iya lebih gede Suzuki APV mas, tapi bentuk bodi mobilnya mirip2 sih. Bisalaah ya Suzuki APV dijadiin “campervan” 😁

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s