Target Jalan-Jalan Tahun 2020

Seperti biasa, hasrat hati untuk jalan-jalan ke banyak tempat selama setahun ke depan akan saya tuliskan di blog ini. Entah berapa persen yang akan bisa tercapai, saya pun tak tahu. Tapi semoga posting-an ini bisa saya jadikan acuan untuk menambah motivasi *gaya bener 😁

Januari-Februari

Sejak beberapa bulan lalu, saya sudah mengincar pameran kereta di Roppongi Hills Mori Tower yang bertemakan “A Railway story in the sky“. Sebagai seorang self-proclaimed train-enthusiast, saya tak mau melewatkan ekshibisi yang melibatkan kolaborasi seluruh tujuh perusahaan kereta JR di Jepang plus Tokyo Metro ini! Saya pun sudah melakukan persiapan cukup matang dengan mengecek detail peta pameran dan rajin memantau akun Instagram mereka untuk ancang-ancang rute yang akan ditempuh nanti. Tiket juga sudah dibeli. Sayangnya, di hari H yang saya rencanakan beberapa pekan lalu, cuaca tiba-tiba tak bersahabat dan mendung-hujan dari pagi sampai malam *nasip ame-onna 😭😭😭 Padahal, saya bertekad mengincar pemandangan “stasiun kereta” yang dipajang di Sky Gallery, lantai 52 Roppongi Hills Mori Tower, dengan latar semacam projection mapping kereta di bawah langit berbintang.

Untungnya tiket yang saya beli online waktu itu bisa dipakai kapan saja sampai akhir masa pameran tanggal 22 Maret. Semoga ada hari yang pas (pas lagi tak ada kerjaan maksudnya) dan cuaca yang mendukung dengan langit biru cerah nantinya. Aamiiin…

Screenshot dari website resminya

Jadwal yang sementara ini saya rencanakan adalah menyempilkan sesi makan siang terlebih dahulu di Sumiyakiya yang lokasinya tak begitu jauh dari Roppongi Hills, masuk ke pameran sekitar jam 2 atau jam 3 siang, keliling sampai puas sambil menunggu matahari terbenam, baru melanjutkan foto-foto projection mapping setelah langit gelap. Sudah lama saya belum sempat lagi mendatangi Sumiyakiya, apalagi sejak restoran yakiniku halal ini selesai direnovasi, kalau tak salah sekitar dua tahun lalu. Ada beberapa menu baru yang tampaknya menarik! Incaran saya pastinya menu makan siang yang murah meriah 😁 Menu spicy prime rib, aka 中落カルビ定食 tampak pas untuk pemakan lemak seperti saya 🤤

Baca juga: Halal Yakiniku Sumiyakiya, Roppongi

Halal Yakiniku Sumiyakiya Roppongi

Pilihan menu makan siang *foto dari website resmi Sumiyakiya

Di musim dingin ini, tadinya saya masih berharap bisa melihat snow monster di Zao, tapi sepertinya salju di Jepang tahun ini tak sebanyak biasanya. Jadi, kemungkinan lainnya yang sedang saya pertimbangkan adalah kembali berburu spot wisata ke Fukushima. Entah itu untuk foto-foto kereta di Tadami-line, atau ke Ouchi-juku yang sepertinya tak kalah cakep festival musim dinginnya 😍

Tadami line winter

Keren banget kaaan pemandangannyaaa *foto dari website Mishima Kankou

Ouchi-juku snow festival

Cakep yaaa kalau saljunya numpuk begini *foto dari sini

Mt. Hakoda tampaknya juga menarik untuk diperhitungkan. Selain karena di sana juga ada snow monster, saya mungkin bisa sekalian menjejakkan kaki di Provinsi Aomori yang tak jadi-jadi juga dikunjungi sejak bertahun-tahun lalu.

Mt. Hakoda

Snow monster-nya tampak tak kalah cakep dibandingkan Zao! *foto dari sini

Maret-April

Sepertinya saya akan kembali memasukkan Satte yang tahun lalu gagal saya datangi untuk sesi berburu bunga sakura tahun ini. Pilihan lain yang bisa dimasukkan dalam daftar mungkin adalah Kamakura. Jaraknya masih cukup dekat dari tempat tinggal saya. Jadi, masih lumayan masuk akal untuk mungkin disempilkan di salah satu weekdays supaya tak harus terlalu berdesak-desakkan dengan kerumuman orang, dan siapa tahu bisa sekalian foto-foto kereta Enoden dengan latar laut biru dan bunga sakura?

Kamakura

Sakura tunnel-nya cakep juga kaaan *foto dari sini

Satte

Sakura dan nanohana di Satte *foto dari website resminya

Bulan April ini saya berencana untuk kembali “kabur” dari serangan serbuk bunga yang beberapa tahun terakhir sungguh membuat hidup saya menderita *cari-cari alasan aja ini mah buat kabur 😁 Target sementara ini adalah road trip ke New Zealand, sambil tentunya hiking ke beberapa spot wisata alam yang pemandangannya tampak breathtaking banget itu! Salah satu tujuan utama saya adalah mengitari beberapa spot “wajib” di South Island, menempuh rute hiking ke “Mordor” di Tongariro Alpine crossing, dan mungkin menyempatkan ikut tur ke Hobbiton movie set.

Tongariro alpine crossing

Hiking ke Mordor, eh Tongariro maksudnya 😁 *foto cakep dari sini

Meme legendaris dari sini *smoga saya bisa easily “walk into mordor” 😁

Hobbiton

Semoga bisa dapat pemandangan cakep di Hobbiton *foto dari website resmi turnya

Dan seperti yang sudah saya cita-citakan sejak lama, di New Zealand ini idealnya saya pengiiin banget road trip dengan menggunakan campervan yang keren banget itu! Tapi rasanya keder juga membayangkan menyetir campervan yang ternyata rata-rata panjangnya sekitar 7 meter! 😱😱😱 Saya sempat mencari beberapa option lain yang mungkin lebih masuk akal untuk seorang supir yang cuma modal nekat seperti saya ini 😅 Apalagi kalau seandainya harus menyetir seorang diri tanpa bisa gantian, saya harus mempertimbangkan dengan cermat mobil yang dipilih dan rute yang akan ditempuh. Mari kita lihat saja nanti, mobil mana yang bisa lebih mudah saya kemudi untuk bermanuver melintasi pegunungan di Middle-earth sana 😁

Britz campervan

Pengennya sih naik campervan versi begini, tapi kok ya bodinya berasa panjang beuuut *foto dari website resminya Britz

Campervan

Campervan seukuran Toyota Hiace macam yang dari Freedom Campers ini kayaknya bisa jadi salah satu pertimbangan, walaupun tetep aja berasa gede pastinyaaa

Masih karena naluri seorang self-proclaimed pencinta kereta, kalau memungkinkan, saya ingin menumpang TranzAlpine dari Christchurch ke Greymouth sambil menikmati pemandangan pegunungan yang kalau di website resmi TranzAlpine dan bukunya Lonely Planet sih tampak cakep banget itu! 🤩 Tapi yaaa, semua ini tentunya adalah rute ideal versi saya. Saya pun tak tahu yang mana yang bisa terlaksana, apalagi mengingat harga tiket keretanya yang cukup mahal dan rutenya yang kurang sinkron dengan itinerari road trip 😐 Semoga bisa dieksekusi semaksimal mungkin, aamiiin..

TranzAlpine dari Christchurch ke Greymouth

Mei-Juni

Setelah bertahun-tahun selalu gagal berburu sakura ke Aomori, tahun ini saya akan tetap memasukkannya dalam target! 💪 Walaupun mekarnya bunga sakura di utara sana bisa jadi akan beririsan dengan puasa Ramadhan, semoga saya tetap bisa menyempilkan setidaknya 2 hariiii saja untuk melipir ke provinsi yang terkenal dengan logat Tsugaru-nya ini.

Hirosaki sakura

Pengen liat karpet bunga sakura kayak giniiii 😍 *foto dari sini

Setelah sempat mencoba road trip dengan camping car mini ke Tohoku tahun lalu, sepertinya bulan Juni ini saya bisa merencanakan sesi road trip lainnya ke Senjojiki Cirque. Siapa tahu bulan Juni tak sesadis Agustus panasnya *ngarep 😁

Sesungguhnya pemandangan di atas gunung sana cakep banget di musim gugur. Tapi dari pemantauan di Instagram tahun lalu, ramainya sungguh tiada tara di atas sana! Jadi, rasanya lebih masuk akal kalau saya memilih pemandangan hijau-hijau saja. Pilihan lainnya adalah mencoba memadatkan jalan-jalan ke tiga provinsi di selatan yang belum sempat saya jajaki: Oita, Kagoshima, Miyazaki! *cem bisa aaaaja 😁

 

 

Senjojiki Cirque

Ijo-ijo di Senjojiki Cirque

Nyobain ngisi skor dari website 経県値. Yang putih itu berarti belum pernah didatangi, warna ungu berarti pernah ditinggali, merah pernah diinepin, kuning pernah didatangi buat jalan2 saja tanpa nginep. Masih ada 4 provinsi lagi di Jepang yang belum saya mampiri; tiga di selatan, satu di utara 💪

Juli-Agustus

Masih melanjutkan target tahun lalu yang tak kesampaian, semoga tahun ini saya bisa mencoba naik kapal dari Tokyo ke salah satu pulau yang masih masuk dalam wilayah Tokyo-to dengan pemandangan langit malam yang konon kabarnya tak kalah dengan Okinawa sana! 🤩

Masih kapal yang sama yang pengen saya coba tumpangi tahun lalu *foto dari website Tokaikisen

Milky way nya cakeeep! *foto dari sini

Akhir Juli sampai awal Agustus tahun ini bakal jadi momen bersejarah di Tokyo yang akan menyambut Olimpiade dan Paralimpiade 2020!! *lebay 😁 Dan alhamdulillaahnya, dari 6 session yang saya apply beberapa bulan lalu, ada satu tiket Olimpiade yang nyantol, yaituuuuu cabang olahraga tinju! 😂

Tadinya saya sengaja tak ikutan mendaftar undian tiket Olimpiade ini, terutama setelah melihat banyak teman dan kenalan yang tak berhasil menang lotre walaupun sudah memilih jenis tiket yang harganya gila-gilaan dengan prediksi persaingan akan lebih kecil. Tapi tak lama sebelum undian kedua dibuka, papa saya di kampung halaman sana bilang kalau dia pengin nonton Olimpiade. Iseng-iseng berhadiah, saya pun ikut mendaftar dan sengaja memasukkan salah satu cabang olahraga yang mungkin tak begitu populer (seperti tinju ini mungkin?) di antara target utama, seperti upacara pembukaan dan penutupan, sepak bola, tenis, dan badminton.

Dan benar saja, cuma satu tiket boxing saja yang saya dapat. Itu pun mungkin karena saya sengaja memilih pertandingan perempat final saja 😅 Pertimbangan saya memasukkan cabang tinju ini pun karena papa saya dulunya penggemar tinju. Jadi, mungkin ini memang rezeki beliau.

Imel pemberitahuan yang saya dapat waktu itu

Maka dengan ini, saya harus mempertimbangkan budget tiket untuk mendatangkan papa dari Indonesia, beserta tentunya merencanakan sesi jalan-jalan singkat selama beliau di sini nantinya. Maklum, saya sendiri agak bingung kalau ditanya tentang tempat wisata yang recommended di Jepang di tengah musim panas. Kalau saya sih biasanya cuma merencanakan hiking, tapi kan tak semua orang mau bersusah payah berlelah-lelah naik gunung 😁 Salah satu pilihan yang memungkinkan adalah mengajak papa road trip ke lokasi yang tak begitu jauh dari Tokyo. Musim panas di Sumatakyo di Shizuoka ini sepertinya pas!

Sumatakyo

Jembatan dengan pemandangan cakep ini kapaaaanlah bisa saya samperin yaaa *foto dari sini

Thomas train

Bisa sekalian naik Thomas juga, eh kereta SL maksudnya 😁 *foto dari sini

September-Oktober

Ada sejumlah miles ANA saya yang akan expired sekitar bulan November tahun ini. Jadi, saya harus memanfaatnya semaksimal dan sesegera mungkin! Tentunya ada banyak pilihan yang menggoda, tapi sepertinya agak sulit direalisasikan dari sisi budget. Apalagi kalaaaau rencana ke New Zealand di bulan April berhasil dieksekusi 😅 Idealnya sih, saya berharap bisa ke Kanada untuk menikmati musim gugur, naik kereta ke Rocky Mountaineer, dan mungkin menyeberang sampai ke Niagara Falls. Ah, tapi ini rasanya kurang masuk akal. Cuma yaa takpapa lah dituliskan dulu di sini 😁

Cita-cita banget deh ini naik kereta Rocky Mountaineer iniiii *masih dari buku Lonely Planet yang dikadoin suami 2 taun lalu

The breathtaking autumn view at Laurentian mountain! Tapi Quebec jauh bener yak kayaknya dari Vancouver *foto minjem dari sini

Masih dalam rangka berburu dedaunan musim gugur, semoga tahun ini saya bisa lebih aktif jalan-jalan di Jepang, mengingat tahun kemarin saya cuma sempat ke Oze belaka. Salah satu spot yang bisa dijadikan target utama adalah daerah Tohoku yang daun-daunnya biasanya lebih cepat berubah warna karena faktor cuaca yang dingin lebih dulu.

Kebayang perjuangannya menyetir sampai ke atas gunung begini 😅 *foto dari sini

November-Desember

Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saya tetap akan menargetkan untuk mengunjungi Koishikawa Botanical Garden di musim gugur tahun ini. Tahun 2019 lalu, hampir setiap minggu saya memantau laporan kondisi koridor momiji di taman ini dari situs web resmi mereka. Tapi apa hendak dikata, puncak musim gugur di Jepang datang sedikit lebih lambat dari biasanya. Walhasil saya sudah terlanjur mudik ke Indonesia dan akhirnya cuma bisa menikmati posting-an seorang teman yang rajin main ke sana.

Foto cakep dari Japan Guide yang rutin saya pantau

Musim dingin beberapa tahun terakhir, sepertinya saya sudah semakin “malas” berburu foto-foto illumination di Tokyo. Padahal rasanya dulu saya bisa niat banget, sampai rela bela-belain bawa tripod plus kamera berat, dan siap sedia dengan sarung tangan beserta kairo (semacam pocket warmer) supaya badan tetap hangat. Doitsumura di Chiba, atau Tokyo Mega Illumi di tempat pacuan kuda di Tokyo ini sepertinya bisa jadi pilihan.

Tokyo Doitsumura

Cakep tapi kayaknya dingin *foto minjem dari sini

Tokyo Mega Illumi

Illumination-nya tak kalah cakep kan yaa dengan yang jauh2 di luar Tokyo sana *foto dari website resminya Tokyo Mega Illumi

Tak lupa tentunya akan saya sisipkan beberapa sesi wisata kuliner demi menenangkan naga-naga di perut yang biasanya cepat murka di musim dingin 😂

***********************

Sepertinya itu dulu target saya tahun ini. Ambisius memang, tapi saya rasa tak ada salahnya memasang target tinggi-tinggi. Siapa tahu jadi lebih termotivasi. Aamiiin… 💪

Ada yang mau ikutan jalan-jalan bareng? 😁

14 responses to “Target Jalan-Jalan Tahun 2020

  1. Ya Allah, kapan aku bisa bikin rencana jalan jalan tahunan kayak gini..行きたいな ❤❤❤ good luck, Adek..semoga semua rencana jalan jalannya bisa terlaksana 🙏🙏🙏

  2. Semoga semua target jalan-jalan tahun 2020 Mbak. Aamiin Aamiin Aamiin 🙏

    Bikin mupeng Mbak, referensi wisatanya 🤩🤩🤩 juga foto-fotonya 😍😍😍

    Jepang itu selalu menarik di berbagai musim ya.
    Impian banget bisa merasakan musim semi di Jepang.
    Alhamdulillah, mantap Mbak hampir seluruh provinsi di Jepang sudah dikunjungi 🤩🤩🤩🤩👏👏👏👏👏

    Road trip di NZ pakai Camverpan juga impian, ampun yg ditulis Mbak bikin ngiler 😂 doaku semoga terwujud semuanya biar saya ikut bahagia juga, walaupun belum bisa ikut jalan-jalan bareng Mbak, yang penting saya bisa lihat Mbak mewujudkan jalan-jalan nya. Kalau mampir ke Hobbiton dan main ke set movie the lord of the ring, titip salam dari saya 😁

    Olimpiade beberapa bulan lagi, tapi tiket sudah pada sold out. Fantastis banget 😁

    • Aamiiiiin *kenceng2 😁

      Jepang iya nih tiap musim emang berasa bedanya, ada ciri khasnya masing2..

      Doakan road trip NZ bisa terlaksana ya, Ai. Mbak masih dilema sama campervan-nya, soalnya mungkin bakal mbak sendirian yang nyetir 😅 *insyaAllah salamnya disampaikan 😁

      Nah, soal tiket Olimpiade ini belum semuanya sold out sebenernya. Yang dijual baru yang sistem lotre 2 kali. Katanya nanti masih ada lagi, dan ada juga tiket yang dijual di tempat. Tapi ya itu, gak ada kepastian 😅
      Kalau untuk tiket yang dijual di luar Jepang, katanya banyak yang kerja sama dengan agen perjalanan.

      • Bakalan betah kayaknya kalau saya bisa tinggal di sana 😁

        Aamiin Aamiin Aamiin, Mbak. Didoakan banget terwujud dan dapat cuacanya juga cerah. Wow, hebat. Semoga dimudahkan, kalau nyetir sendiri, walau cape pasti seru Mbak 😍😍
        Road trip (apalagi pakai campervan) di Mount Cook National Park pemandangannya spektakuler.

        Oh gitu, wah saya ternyata masih ada kesempatan. Terima kasih update infonya. Saya tunggu ceritanya Mbak saja pas nanti sudah nonton pertandingannya.

        Tahun 2020 berarti bakalan makin banyak sekali wisatawan. 😎Waktu mampir ke Tokyo beberapa tempat ada yg masih dipersiapkan seperti Disneyland

      • Ho oh, itu juga yang masih bikin mbak dilema, klo nyetir sendiri takut kecapean abis hiking. Tapi kayaknya gak ada pilihan lain, klo sewa mobil yang disupirin, mbak gak kuat bayarnya 😅

        Iya, buat yang di luar Jepang masih ada kesempatan kok, Ai, beli tiket Olimpiade nya 🙂

      • Oh iya, ya, habis nyetir plus hiking, hmmm mantap capenya Mbak 😂
        Semoga saja dapat rezekinya dapat sewa mobil dan disupirin. Aamiin 🤲
        Dan kalau pun bawa mobil sendiri semoga lelahnya hilang dan terbayar dg pemandangan alam nan Indah permai di NZ.

        Alhamdulillah.

      • Ho oh, pertimbangan soal hiking juga ni yg bikin galau 😅

        Aamiin, smoga lancar2 dapat yg terbaik rencana jalan2nya. Makasih, Ai 😊

      • Hiking di NZ mah, harus Mbak. Sayang banget sudah jauh-jauh, kalau nggak hiking *soalnya waktu saya ke sana ga hiking 😅 kan jadi pengen ke sana lagi 😆*
        NZ must do salah satunya hiking, biar afdol 😎

        Aamiin Aamiin Aamiin, Mbak. Semoga perjalanan ke NZ bakalan menjadi perjalanan terindah tak terlupakan bersama keluarga. Aamiin
        Sama-sama, Mbak 😊

      • Iyaaa, salah satu target utama mbak pengen hiking-nya niiih. Smoga bisa kesampaian 💪
        Aamiiin, smoga bisa ke sana lagi ya, Ai 🙂
        Makasih juga doanyaaa..

  3. Ikut mba ke NZ, hahaah, tapi kalau april kayaknya ga sanggup. Kemaren aku baca2 cerita orang yg habis road trip ke NZ, dia lebih milih mobil biasa dibanding campervan karena setelah hitung2 biaya, bedanya lumayan juga, tapi gapapa mba, semoga ada kesempatannya bawa campervan pas.road trip di sana

    • Aaaaa, presyyyyl, ikutan dong yuuk ke NZ…. Mbak sengaja pilih musim gugur ni, biar rada2 shoulder season 😬

      Duh, iya, mbak juga baca beberapa komentar orang yg bilang lebih nyaman tidur di hotel/hostel dibanding campervan. Tapi mbak pengen rutenya fleksibel, biar lebih bebas berenti (termasuk buat tidur) kalau kecapean misalnya. Atau kalau cuaca di spot berikutnya lebih bagus, bisa langsung putar haluan dulu tanpa terikat sama booking-an gitu, prees.
      Tapi emang ada plus minusnya sih yaa.. 😣

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s