CoCoICHI Halal di Akihabara

CoCoICHIBANYA (atau yang sering disingkat CoCoICHI) sudah sangat dikenal dengan hidangan kari khas Jepangnya yang lezat. Di Jepang sendiri, restoran ini termasuk yang paling populer di berbagai kalangan! Salah satu alasannya adalah karena chain restaurant ini menyajikan menu beragam yang bisa di-customize sendiri oleh pelanggan yang datang.

Tapi, perlu diperhatikan bahwa tak semua cabang CoCoICHI “aman” dikonsumsi bagi muslim. Walaupun kita memesan kari seafood, masih ada risiko kuahnya menggunakan kaldu dari daging yang di Jepang sini umumnya tidak disembelih sesuai hukum Islam 😥

Karena tak bisa bebas jajan kari Jepang di luar, saya sendiri lumayan sering menggunakan curry roux untuk masak kari Jepang di rumah. Menurut saya rasanya sedikit mirip dengan sate padang *sok tau 😁 Sayangnya, cukup sulit menemukan curry roux yang “aman”. Tidak sedikit yang menggunakan daging babi untuk penambah rasanya, huuu… Jadi yaa, jajan ke CoCoICHI bisa jadi salah satu pilihan kalau sedang kangen kari Jepang, tapi malas masak 😂

Curry roux andalan sekarang. Belinya mesti satu kilo! *foto dari website resmi S&B

Nah, selain penggunaan daging dan bahan-bahan yang tentunya memenuhi persyaratan halal, bedanya CoCoICHI halal ini dengan cabang lainnya di Jepang adalah penggunaan warna hijau pada papan nama, logo, dan interior restoran. FYI, cabang pertama CoCoICHI halal ini adalah di Akihabara yang mulai buka sekitar dua tahun lalu.

Begini kira2 penampakan papan nama di depan restorannya

Menu di cabang halal CoCoICHI ini tentunya juga bisa di-customize sendiri sesuai selera. Kita bisa memilih base kari jenis plain atau kari sayur, kemudian menambahkan sendiri topping yang diinginkan dari berbagai berbagai pilihan yang tersedia.

CoCoICHI halal Akihabara

Berbagai pilihan topping yang tersedia *screenshot dari menu di website resminya

Setelah sempat mencicipi topping yang chicken cutlet dan chicken tender cutlet, ditariklah kesimpulan bahwasanya saya lebih suka dengan yang tender cutlet (alias sasami katsu/ささみカツ dalam bahasa Jepang). Sepertinya ini adalah potongan dada ayam, tapi sungguh tidak terasa berserat kasar seperti yang sering terjadi kalau saya masak sendiri *eh, ini mah gara2 saya nya aja ya yang gak bisa mengolah dada ayam

Untuk sasami katsu ini dikasihnya dua potong memanjang, sedangkan untuk chicken cutlet saja dapatnya satu potong saja dengan ukuran lebih melebar.

CoCoICHI halal Akihabara

Sasami katsu favorit! 😋 Di foto ini saya juga nambah topping keju, rasa pedesnya jadi terasa lebih mild

CoCoICHI halal Akihabara

Chicken cutlet yang biasa

Pernah juga sekali waktu saya kemaruk dan menambahkan topping sosis selain dari pilihan standar sasami katsu. Rasanya enak sih, sosisnya juicy dan kenyal mantap (bukan kenyal yang susah dikunyah begitu). Tapi yaa harganya jadi berasa kemahalan untuk sekadar makan kari belaka. Maklumlah, budget tetap harus dikontrol 😁

CoCoICHI halal Akihabara

Maapkanlah isi piringnya berantakan. Ini memang dari sononya begini pas dihidangkan, mungkin mbaknya sedang lelah 😅

Selain itu, CoCoICHI juga menambahkan beberapa menu sampingan seperti karaage, kentang goreng, dan sasami katsu yang dijual terpisah. Bahkan ada menu dengan porsi khusus untuk anak-anak juga, lho!

CoCoICHI halal Akihabara

Kapan2 pengen nyobain chicken box ini deh! *masih screenshot dari menu di website resminya

CoCoICHI halal Akihabara

Karaage-nya juga enaaak😋

Btw, porsi standar di CoCoICHI disajikan dengan 300 gram nasi. Jumlahnya bisa kita tambah atau kurangi, dengan harga yang disesuaikan. Tapi sejujurnya, porsi paling kecil (200 gram) pun masih lumayan besar buat saya, dan sempat tak habis di kunjungan pertama. Sejak itu, saya selalu minta nasinya dikurangi jadi 150 gram saja, walaupun harganya tetap sama dengan 200 gram nasi *kan sayang kalau mubazir yaaa…

Selain itu, level pedasnya pun bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Saya sendiri merasa level 4 sudah cukup pedas. Walaupun masih dalam batas toleransi lidah saya yang besar di Sumatra, sepertinya level 3 lebih pas, supaya tetap bisa menikmati “rasa” karinya sendiri.

CoCoICHI halal Akihabara

Pilihan jumlah nasi dan tingkat kepedasan! 😁 *masih screenshot dari menu di website resminya

Perlu diperhatikan juga bahwa CoCoICHI halal di Akihabara ini hanya menyediakan kursi counter. Jadi, mungkin kurang nyaman untuk yang ingin sambil mengobrol dengan teman atau keluarga saat makan di sini. Pilihan lainnya adalah CoCoICHI halal cabang kedua di Shinjuku yang menyediakan meja dengan kursi yang berhadapan.

CoCoICHI halal Akihabara

Di cabang Akihabara, modelnya meja counter saja. Tapi bisa numpang nge-charge hp 😀

CoCoICHI halal Akihabara

Disediakan tempat buat ngegantung jaket atau jas atau lainnya

Btw, di Jakarta pun sepertinya cabang CoCoICHI ini sudah ada. Saya sendiri belum pernah mencicipi langsung, tapi sepertinya halal lah ya? Semoga. Yang jelas, mungkin harganya bakal bikin sedikit sakit hati karena tak jauh berbeda dengan harga yang di Tokyo 😅

CoCoICHI halal Akihabara

Foto pintu masuk yang saya foto duluuuu banget pas awal2 CoCoICHI ini buka. Kalau gak salah, sekarang di depannya sudah dipajang sampel makanan!

Verdict: CoCoICHI ini layak banget dimasukkan dalam daftar wisata kuliner kalau kalian sedang berkunjung ke Tokyo. Menurut saya, rasanya cocok di lidah orang Indonesia! 😋 Kapan lagi makan kari Jepang halal langsung di tempat asalnya!

Lokasi: Tōkyō-to, Chiyoda City, Kanda Matsunagachō, 16 内尾松永ビル 1F

Jam buka: Senin-Minggu 11.00~22.00

Telp: 03-6260-8667

14 responses to “CoCoICHI Halal di Akihabara

    • Klo pas main ke Tokyo mesti mampir mbaak 😁
      Tapi mungkin kalau mau aman bisa ke yang di Shinjuku kali ya, seat-nya lebih banyak. Aku ke Akihabara ini pernah kedapetan penuh banget, jadi mesti nunggu…
      Cuman ya gak lama2 banget juga sih ngantrinya 😊

  1. Sasami katsu kemaren ngga nyoba, nyobanya yg chicken cutlet biasa, tapi tetep enakan ini daripada yg di Jakarta, hahahha. Sampai sempet ngga mau makan cocoichi sini karena ngerasa rasanya jauh banget.

    • Waaa, tadinya mbak pengen nyobain yang di Jakarta, tapi kayaknya mendingan gak usah ya berarti, jajan sate padang aja klo mudik, hehe

Leave a Reply to Ai Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s