Halal Wagyu Dining PANGA585, Asakusa (Part 2)

Beberapa pekan lalu, akhirnya saya berkesempatan menjajal beberapa menu lainnya di Halal Wagyu Dining Panga Asakusa585. Dan dari dua kali kunjungan terakhir, saya berhasil mencicipi sebagian besar menu yang tersedia berkat kunjungan beramai-ramai, jadi bisa share macam-macam menu. Salah satu target utama saya adalah mencicipi wagyu sushi, menu baru yang belum berapa lama dirilis. Setelah sekian lama sering tergoda berkali-kali melihat di sushi dengan topping daging -yang sungguh adalah sushi ideal bagi pencinta daging seperti saya yang belum terlalu bisa makan ikan mentah- tentunya saya tak mau melewatkan kesempatan mencoba versi halalnya ini 😊

Menu wagyu sushi yang menggoda itu! *foto dari Instagram-nya Panga585

Menu di Panga Asakusa makin banyak variasinya, dan ada beberapa course dengan paket steak yang terdiri dari beberapa jenis bagian daging, lengkap dengan salad, sup, hot stone grilled wagyu, wagyu sushi, dan dessert. Harganya tetap bikin dompet meringis sih, tapi ada juga kok yang lumayan ramah di kantong 😊

Menu baru versi lebih lengkap

Halaman belakang buku menu 😀

Pilihan minuman

Hari itu saya pergi sekaligus dalam rangka memenuhi janji menemani salah satu teman (sebut saja namanya Afra :p) yang sudah beberapa kali menagih utang ke saya untuk diajak makan daging halal :p Kami juga berhasil menyeret mas Sigit untuk ikutan “pesta daging” sepulang dari kerja di NHK 😀 Waktu memesan kursi untuk makan sore itu (iya, kami makan jam 5 sore setelah selesai kerja), saya sengaja request kursi yang posisinya di depan teppanyaki (papan baja panas) utama tempat daging-daging maknyus itu dimasak. Selain karena pertimbangan ingin menyantap daging langsung segera setelah dibakar, kami juga jadi bisa mengobrol macam-macam sama bapak yang punya Panga.

Halal Wagyu Dining Panga585 Asakusa

Saya jadi bisa foto2 bongkahan daging yang kami pesan 😀

Daaan, menu pertama yang diantarkan ke meja kami tentunya adalah wagyu sushi!! Menu ini tadinya belum tertulis sebagai menu yang bisa dipesan terpisah selain yang termasuk dalam course. Tapi saya langsung ngeyel ke si bapak dan bilang kalau posting-an di Instagram bilang udah mulai bisa pesan terpisah per tanggal 8 Juli!

Halal Wagyu Dining Panga585 Asakusa

Wagyu sushi yang maknyus itu!

Sesuai yang diperkirakan, wagyu sushi ini rasanya enaaaak!! Dagingnya lembut, tapi tidak terlalu meleleh juga. Jadi, masih bisa dirasakan tekstur dan sensasi mengunyah daging walaupun irisannya tipiiis banget. Bisa dibilang mirip dengan sushi jenis aburi alias yang dibakar dengan burner di bagian permukaannya saja (atau mungkin memang cara masaknya begitu ya?). Saya sendiri lumayan sering memesan sushi jenis aburi ini, termasuk untuk ikan salmon dan maguro karena memang sangat bersahabat untuk orang-orang yang masih belum terlalu bisa makan daging ikan mentah.

Selain wagyu sushi yang jadi target utama, hari itu kami mencicipi 3 jenis steak berbeda, plus tambahan roast beef versi yang dimasak dalam hot stone, hamburg, dan jou karubi ala yakiniku. Dua di antara tiga jenis steak yang kami pesan hari itu sama seperti yang saya dan Afwa cicipi di kunjungan pertama kami, yaitu bagian daging rump dan aitchbone. Setelah mencoba potongan daging ini untuk kedua kalinya, mutlak sudah kesimpulan bahwa saya tak begitu suka dengan potongan daging rump yang memang masuk kategori akami alias “daging merah”. Aitchbone juga enak sih, tapi sirloin tetap lebih mantap!

Halal Wagyu Dining Panga585 Asakusa

*nomnomnom

Halal Wagyu Dining Panga585 Asakusa

Steak ichibo alias aitchbone

Steak rump

Potongan steak yang baru pertama kali saya cicipi adalah adalah フィレ alias fillet yang tipe dagingnya lumayan berserat, tapi tetap empuk! Kalau kata Afra sih, dia paling suka si fillet ini. Saya mah tetaap penganut paham pencinta lemak, sirloin for lyfe-lah pokoknya 😀

Halal Wagyu Dining Panga585 Asakusa

Steak fillet yang lebih berserat

That medium rare steak 😀

Sedangkan untuk menu hamburg, menurut saya rasanya enaaak. Teksturnya juga OK, tidak terlalu lembek tapi juga tidak alot. Sayangnya saus ala Jepang ini memang kurang pas di lidah saya. Saya mungkin akan lebih suka kalau sausnya dibuat ala Amerika atau dengan saus yakiniku saja. Samalah seperti yang sebelumnya sudah pernah dikasih tahu Afwa 😀

Halal Wagyu Dining Panga585 Asakusa

Hamburg nya juga enaaaak

Menu lainya yang diantarkan ke meja kami hari itu adalah roast beef donburi versi yang dibakar alias stone-grilled (cem buat bibimbap juga gitu deh). Tadinya saya sempat mau mencicipi versi biasa, tapi mas Sigit pernah cerita kalau rasanya kurang mantep karena roast beef kan memang termasuk hidangan dingin. Jadi, versi stone-grilled nya ini pas banget buat yang mungkin kurang suka dengan tipe “daging dingin” 😀

Halal Wagyu Dining Panga585 Asakusa

Roast beef don!

Satu menu yang tak boleh ketinggalan untuk dipesan tentunya adalah jou karubi favorit! Menu versi yakiniku ini harganya memang sedikit lebih mahal dibandingkan satu porsi jou karubi di Panga Okachimachi, tapi jumlah irisan dagingnya juga lebih banyak. Jadi, tak terlalu merugikan kok 😊 Yang jelas rasanya enak banget buat pecinta lemak seperti saya ini! Bakarannya pas, bumbu irisan bawang perai yang dikasih minyak wijen di bagian bawahnya pun menambah aksen tersendiri. Benar-benar bisa jadi menu wajib ini mah 😀

Halal Wagyu Dining Panga585 Asakusa

Jour karubi dengan marble lemak yang mantep banget itu!

Jou karubi

Disajikannya di dalam panci begini

Kalau yang ini yakiniku versi harami pesanan orang lain, tapi saya numpang foto mumpung dibikinnya di depan meja kami 😀

… daaan tadi sore (di hari saat posting-an ini ditulis), akhirnya saya berhasil menyeret misua yang sedang cuti untuk menemani saya mampir ke Panga Asakusa lagi untuk mencicipi beberapa menu lainnya, selain dari menu wajib jou karubi di atas 😀

Jou karubi

Jou karubi versi kedua 😀

Kunjungan dengan misua kali ini saya niatkan untuk memesan sukiyaki yang konon kata bapaknya lumayan populer di kalangan wisatawan dari Indonesia atau Malaysia. Saya sendiri sebenarnya bukan tipe yang suka makan sukiyaki atau shabu-shabu. Tapi dari dua kali mencicip menu grill sukiyaki di Panga Okachimachi, saya lumayan suka dengan saus dan cocolan telur mentahnya. Jadi yaaa, penasaran juga seperti apa rasa sukiyaki yang asli 😀

Sukiyaki

Sukiyakinya disajikan langsung dengan kompor kecil di meja kita masing-masing, supaya panas terus

Saya sengaja memilih jenis daging yang wagyu “saja” dan bukan yang level A5 karena saya curiga bumbu sukiyaki ini bakal cukup kencang. Khawatirnya jadi sayang kalau memesan daging kualitas tinggi dan rasanya “kalah” sama bumbu. Dan benar saja, setelah makan beberapa suap, terpaksa saya simpulkan bahwa saya tak terlalu suka dengan menu ini. Bumbunya agak terlalu kencang buat saya, rasa asin dan manisnya. Memang sih rasa bumbunya sediki ternetralisir dengan cocolan telur kocok, tapi tetap saja terasa kuat di lidah. Cuma yaa, ini mah preferensi pribadi belaka, karena ada juga beberapa orang yang saya kenal yang bilang kalau sukiyaki di Panga ini enak 😊

Halal Wagyu Dining Panga585 Asakusa

Sebelum makan, ntar dicocol ke telur di sebelahnya itu

Nah, salah satu menu yang saya iming-imingkan ke misua supaya bersedia menemani ke Asakusa yang menurut beliau jauuuuh banget dari rumah, adalah bibimbap yang memang jadi menu wajib misua kalau ke Panga Okachimachi. Mirip nasi goreng, katanya 😀 Bibimbap di sini tersedia dalam tiga pilihan, versi biasa (yang dingin), versi hot stone, dan hot stone yang dikasih topping irisan wagyu. Kami memesan versi ketiga, yang ada topping dagingnya. Rasanya enak seperti biasa!

Halal Wagyu Dining Panga585 Asakusa

Bibimbap versi stone-grilled

Klo pas jam makan siang, set menunya sudah termasuk salad, nasi, dan sup miso

Saus kochujan homemade-nya Panga yang pengen saya beliiiii

Dari dua kunjungan terakhir ini, saya sempat ngobrol panjang sapa si bapak Panga, mulai dari asal muasal dan cerita perubahan menu dari rencana awal waktu mau buka cabang di Asakusa dan kondisi restoran yang kalau weekend dan hari libur ramai banget dan terasa seperti “medan perang”, tapi sepiii di hari kerja biasa. Beberapa teman saya juga ada yang cerita harus menunggu lama sampai menu pesanannya diantar, saking keteterannya staf-staf di sana. Mungkin kalau mau aman (dan ada waktu), akan lebih leluasa kalau datang ke sini di hari kerja, atau mungkin digeser sedikit dari peak jam makan.

Terus lagi cerita si bapak, mereka juga pusing kalau kedatangan tamu dari negara bambu yang tak bisa berbahasa Inggris dan terpaksa harus mengandalkan bahasa isyarat. Sampai-sampai mereka rencananya mau bikin menu versi bahasa Cina, datte 😀 Si bapak juga curhat kalau dia hampir tak pernah istirahat, dan paling banyak cuma bisa libur 2 atau tiga hari dalam sebulan! Katanya sih mereka kekurangan orang banget, dan yang paling bisa mengerjakan semuanya ya memang cuma si bapak. Dan lagi, karena Panga Asakusa ini berlokasi di dalam gedung Marugoto Nippon, ada peraturan bahwa restoran tak boleh tutup di sepanjang jam operasi (jam 11 pagi sampai jam 11 malam). Jadi, jam istirahat si bapak pun makin tak jelas. Walaupun ada jam-jam tertentu di mana orang yang datang sedikit atau bahkan tak ada sama sekali, beliau tetap harus standby di tempat kalau-kalau ada yang harus diladeni. Berbeda dengan Panga Okachimachi yang ada jeda istirahat antara jam makan siang dengan makan malam.

Memang dilema katanya. Kalau pas mau libur, si bapak harus memberi tahu dengan detail apa-apa saja yang harus dikerjakan ke staf yang ditinggal. Dan itu jadi agak merepotkan karena semua harus disiapkan hari sebelumnya. Itu pun kadang ada kejadian yang di luar perkiraan. Semoga si bapak sehat-sehat terus dan bisa dapat staf yang bisa membantu dengan maksimal, aamiin.. *saya masih sempat becanda nawarin mau part time di sana, dengan bayaran potongan sirloin mungkin? 😀

Dapet bonus mochi terus, jadi enak! 😀 Walopun rasa matcha, tapi tak terlalu pahit buat saya

Oiya, di sekitaran Panga Asakusa ini memang tak ada tempat shalat terdekat seperti halnya Masjid As-Salam yang ada di Okachimachi, tapi si bapak cerita kalau boleh-boleh saja kalau kita mau numpang shalat di sisi samping dapur yang space-nya jarang digunakan. Lumayan banget kan daripada bingung-bingung mencari tempat shalat lain 😊

Update pajangan sampel makanan di depan pintu masuk

Disediain sajadah juga sama si bapak

Verdict: Saya pribadi sepertinya tetap lebih suka versi yakiniku di Okachimachi ketimbang versi yang dimasak di papan teppan ini. Tapi sekali-sekali gapapa banget kan mencicipi variasi hidangan wagyu 🙂

***********************

Jam buka: 11.00-23.00

Lokasi: Lantai 4 Marugoto Nippon

***********************

9 responses to “Halal Wagyu Dining PANGA585, Asakusa (Part 2)

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s